Bergaya dengan Batik Bali Bintang Mira

 

Bintang Mira tidak pernah kehabisan ide. Perancang busana dari Bali ini selalu memiliki beragam inovasi untuk motif kain batik rancangannya. Karyanya kaya dengan gaya, memikat dan sekaligus terasa mistis.

Bagi Bintang Mira, ide karya bisa datang dari mana saja. Bisa dari lingkungan sekitar, kehidupan sehari-hari orang Bali, bentuk bangunan, flora dan fauna atau tokoh dan idola. Dari Bali, ada ragam ornamen pepatran dan ukir-ukiran. Ada juga aneka motif dari daerah lain di Nusantara atau negara lain. Citra abstrak dan figuratif, bahkan dinding dan keramik pun, bisa mendatangkan ide.

Bintang Mira mengaku batik karyanya tidak terlalu sulit bersaing dengan ragam kain Bali yang sudah populer, seperti endek dan tenun. Perajin yang menekuni batik Bali masih tergolong sedikit, sehingga kompetitor juga tidak banyak. Saat ini pemain batik Bali masih bisa dihitung dengan jari.

Masih sangat banyak peluang yang terbuka bagi insan muda kreatif yang ingin menerjuni usaha batik Bali. Meski begitu, mereka harus serius. Harus jeli melihat peluang dan selalu membuat terobosan. “Untuk memikat lebih banyak peminat batik Bali, desain harus dibuat menarik. Harus selalu diciptakan motif baru. Pemasarannya juga harus digarap dengan baik. Misalnya dengan aktif di media sosial,” papar Bintang Mira.

Untuk tahun 2020, Bintang Mira mengeluarkan karya batik terbaru bermotif keramik merah. Motif batik ini terinspirasi dari keramik kuno. Detail motifnya sangat menarik hati, baik ragam maupun warnanya. Sangat kental dengan bentuk geometris sebagai ciri khas batik Bali karyanya.

Batik motif keramik koleksi Bintang Mira dibuat dengan sistem cap. Paduan motif poleng memberikan nuansa kebalian yang unik pada batiknya.

“Dengan kebijaksanaan atau welas asih, kita bisa melihat semua hal dari sisi positifnya dan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Sesungguhnya tidak ada benar dan salah. Sekali lagi, hanya cara pandang yang berbeda dalam bertarung dengan kehidupan,” ujar Bintang Mira mengenai filosofi di balik batiknya.

Bintang Mira membidik konsumen menengah ke atas. Terutama, wanita karir atau perempuan aktif. “Saya senang melihat perempuan Bali mengenakan kain. Terlihat segar, dan kecantikannya menguar keluar,” kata perempuan yang mendirikan Rumah Batik Bintang Mira (IG: @bintangmira_) pada 21 April 2016 ini. NAWABALI

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *