TJOK ABI Mengangkat Martabat Kain Lokal Bali

 

Tjok Abi tidak pernah berhenti jatuh cinta pada pesona kain lokal Bali. Bagi desainer yang sempat mencicipi sekolah mode di London ini, mengangkat harkat dan martabat kain lokal adalah kewajiban yang harusnya dilakukan oleh para perancang busana.

“Jika dipelajari dengan detail, wastra atau kain daerah mengandung cerita dan sejarah yang sangat mistis. Juga sumber inspirasi yang tidak pernah kering,” ujar dosen di Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini sungguh-sungguh.

Dalam koleksi busana mutakhirnya, Tjok Abi mengangkat pesona kain tenun Buleleng. Temanya, “Langgam Wastra Buleleng”. Buleleng dipilih karena Tjok Abi merasa kabupaten ini memiliki cerita dan teknik busana yang khas masyarakat pesisir.

Tjok Abi begitu bersemangat mengeksplorasi kecantikan perempuan Buleleng dalam memilih busana dan berdandan. Karyanya berangkat dari mitologi dan sejarah Buleleng. Juga gaya perempuan ningrat masa lalu dalam memilih busana dan menunjukkan eksistensinya.

Secara khusus, ide busana Tjok Abi kali ini berasal dari Payas Agung Ningrat Buleleng. “Kalau mau menelusuri sejarah perempuan Bali berbusana adat, ada banyak cerita, banyak gaya, banyak inspirasi yang mistis dan magis, tetapi tetap sesuai dengan selera zaman,” papar ayah satu putra ini. “Jika kita mau mempelajari dan paham sejarah berbusana para perempuan ningrat di Bali, pasti banyak hal baru yang bisa menjadi sumber ide.”

Untuk busananya yang mengangkat gaya perempuan ningrat Buleleng berdandan, Tjok Abi menggunakan kain songket Buleleng, endek mastuli Buleleng, jumputan Buleleng, organdi sutra, lace/brokat, sutra Cina dan sutra linen. Konsepnya, “gaun dan kebaya etnik kontemporer”.

Tjok Abi juga tertarik mengadopsi gaya rambut perempuan Buleleng. Ia mengambil sanggul asli adat Buleleng, tagel ngandang dengan hiasan rambut onggar.

“Memindahkan gaya perempuan masa lalu ke dalam dunia kontemporer bukan persoalan mudah. Seorang desainer harus mempelajari sejarah busana itu, juga beragam aksesoris yang disematkan dalam kelengkapan busana,” ujar Tjok Abi.

Siapa bilang masa lalu itu kuno dan tidak menarik? Berkat riset serius, rancangan busana kontemporer Tjok Abi terlihat memukau.

Memindahkan masa lalu menjadi karya penuh inovasi adalah tantangan yang sangat menggoda. Tjok Abi terbukti mampu menjawab tantangan itu dengan cemerlang. Ia berhasil memoles wastra tradisional hingga jadi terlihat elegan, update dan penuh gaya. NAWABALI

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *